Sabtu, 25 Februari 2017

MODALS

KATA KERJA BANTU (MODALS AUXILIARY)


1. Menyatakan Kemampuan (can dan could)
Can digunakan untuk menyatakan kemampuan di masa sekarang (present), sedangkan could digunakan untuk menunjukkan kemampuan di masa lampau (past). Contoh-contoh kalimatnya:
  • can dance, but I can’t sing.
  • When I was twenty, I could dance all night.
  • couldn’t finish my dinner, because I had a stomachace.
2. Menyatakan Perkiraan (will dan shall)
Will dan Shall mengandung arti akan. Walaupun artinya sama, kedua modals tersebut berbeda subjeknya. Will bisa dipakai untuk semua subjek, sedangkan shall hanya untuk I dan we.
Contoh kalimatnya:
  • Sule will be in Bandung this morning.
  • We shall/will win the domino game.
  • shall/will visit my daughter tomorrow.
3. Menyatakan Penawaran (will dan would you like…?)
Will dan would you like…? digunakan untuk menyatakan penawaran dalam waktu sekarang dan yang akan datang (future). Bedanya, would you like…? digunakan dalam kalimat pertanyaan dan merupakan ungkapan penawaran yang lebih formal/resmi daripada will.
Lihat contoh-contohnya di bawah ini:
  • She will help you if you want. (Dia akan membantu Anda jika Anda mau).
  • Would you like to come to my office? (Apakah Anda mau datang ke kantor saya?).
  • Would you like a glass of milk? (Apakah Anda mau segelas susu?).
4. Mengungkapkan Permintaan
Ada dua jenis permintaan: meminta sesuatu/izin dan tolong. Jika Anda meminta sesuatu atau izin, gunakan may I, could I, can I, atau might I.
May dan could digunakan dalam situasi formal dan sopan, sedangkan can dalam situasi informal (biasanya untuk teman). Adapun might cukup sopan, namun jarang digunakan.
Contoh kalimatnya:
  • May I borrow you car? (Bolehkah saya meminjam mobil Anda?)
  • Could I borrow your car? (Bolehkah saya meminjam mobil Anda?)
  • Can I borrow your car? (Bisakah saya meminjam mobil kamu?)
  • Might I borrow your car? (Bolehkah saya meminjam mobil Anda?)
Sementara itu, jika Anda meminta tolong kepada orang lain, gunakan would you, will you, could you, dan can you. Contoh kalimatnya:
  • Would you send the letter to my daughter? [lebih sopan] (Dapatkah Anda mengirimkan surat itu ke adik saya?).
  • Will you send the letter to my daughter? [sopan]
  • Could you send the letter to my daughter? [sopan]
  • Can you send the letter to my daughter? [informal] (Bisakah kamu mengirimkan surat itu ke adik saya?).
5. Menyatakan Keharusan (must dan have to)
Must dan have to digunakan untuk menyatakan keharusan di masa sekarang. Bedanya, must menunjukkan tingkat keharusan yang lebih kuat dibandingkan have to.
Contoh kalimatnya:
  • You must keep my secret. (Kamu harus menjaga rahasia saya).
  • We have to go now. (Kita harus pergi sekarang).
  • She has to go now.
Untuk menyatakan keharusan di masa lampau, gunakan had to. Lihat contohnya berikut ini:
  • had to do my homework yesterday.
  • We had to go to Bandung last night.
6. Menyatakan Ketidakharusan
Modals yang dipakai untuk menyatakan ketidakharusan adalah bentuk negatif have to yaitu do/does/did not have to). Do/does not have to digunakan untuk waktu sekarang, sedangkan did not have to digunakan untuk waktu lampau.
Contohnya:
  • You do not have to be genius to become a blogger. (Anda tidak perlu jenius untuk menjadi seorang blogger).
  • She does not have to spend a lot of money if she knows blogging basics. (Dia tidak perlu mengeluarkan banyak uang jika dia tahu dasar-dasar ngeblog).
  • did not have to go to the doctor. (Saya tidak perlu pergi ke dokter).
7. Menyatakan Larangan (must not)
Untuk menyatakan larangan, modals yang digunakan adalah must not yang artinya tidak boleh. Contoh kalimatnya:
  • You must not smoking here. (Anda tidak boleh merokok di sini).
  • We must not tell anyone our secret. (Kita tidak boleh memberitahu siapapun tentang rahasia kita).
8. Menyatakan Kepastian
Untuk menyatakan kepastian, gunakan must, may, might, dan can. Tingkat kepastian untuk must 95%, sedangkan may/might/can kurang dari 50%.
Contoh kalimatnya:
  • He must be sick. (Dia pasti sakit).
  • He may be sick. (Dia mungkin sakit).
  • He might be sick. (Dia mungkin sakit).
  • He can be sick. (Dia mungkin sakit).
9. Memberikan Nasihat
Untuk memberikan nasihat, modal yang digunakan adalah should, ought to, dan had better. Semua modals ini digunakan dalam masa sekarang. Dibanding should dan ought to, had better lebih kuat dalam memberikan nasihat.
Contoh kalimatnya sebagai berikut:
  • You should stop smoking. (Anda sebaiknya berhenti merokok).
  • You ought to stop smoking. (Anda seharusnya berhenti merokok).
  • You had better stop smoking. (Anda sebaiknya berhenti merokok).
10. Memberikan atau Meminta Usulan
Untuk memberikan usulan, gunakan shall I…? (bagaimana kalau saya…?) atau shall we…? (bagaimana kalau kita…?).
Contohnya:
  • Shall we go now? (Bagaimana kalau kita pergi sekarang?)
  • Shall I open the door? (Bagaimana kalau saya buka pintunya?)
Sementara itu, untuk meminta saran, gunakan juga shall I…? atau shall we…?
Contoh kalimatnya:
  • What shall I wear? (Sebaiknya saya pakai baju apa?)
  • What time shall we meet? (Sebaiknya jam berapa kita bertemu?)

Minggu, 22 Januari 2017

CONDITIONAL SENTENCE


Kalimat pengandaian (conditional sentence) adalah kalimat untuk mengandaikan suatu hal yang belum terjadi, tidak terjadi, atau sudah terjadi. Kalimat ini terdiri dari dua bagian, yaitu klausa bebas (independent clause) yang menjadi induk kalimat dan klausa if (anak kalimat) yang memiliki peryataan pengandaian.

Dalam bahasa Inggris, ada 3 tipe kalimat pengandaian, yaitu:

1. Kalimat pengandaian tipe I

Kalimat pengandaian tipe I menyatakan pengandaian yang mungkin terjadi. Pola kalimat pengandaian tipe ini: klausa if dalam waktu sekarang (simple presentpresent continuous, dan present perfect) dan klausa bebas dalam bentuk simple present atau simple future.
Contoh:
  1. If you are ready, we can begin the test. [Jika Anda siap, kita dapat mulai ujian ini.]
  2. If I have much spare time, I will watch the Mahabarata series. [Jika saya punya banyak waktu luang, saya akan menonton serial Mahabarata.]
  3. If he has received my email, he will come to work early tomorrow. [Jika dia telah menerima email saya, dia besok akan datang bekerja lebih awal.]
  4. If she is cooking dinner now, she won’t want to go out to dinner with us. [Jika dia sedang memasak makan malam sekarang, dia tidak akan mau keluar makan malam bersama kita.]
  5. If my car doesn’t start, I will call a tow truck man. [Jika mobil saya tidak hidup, saya akan menelepon seorang petugas truk derek.]
  6. If I pass the exam, my mother will be very happy. [Jika saya lulus ujian, ibuku akan sangat senang.]
Keterangan:
  • Contoh a): klausa if = simple present, klausa bebas= simple present
  • Contoh b): klausa if = simple present, klausa bebas = simple future
  • Contoh c): klausa if = present perfect tense, klausa bebas = simple future
  • Contoh d): klausa if = present continuous, klausa bebas = simple future
  • Contoh e): klausa if = simple present, klausa bebas = simple future
  • Contoh f): klausa if = simple present, klausa bebas = simple future

2. Kalimat pengandaian tipe II

Kalimat pengandaian tipe II menyatakan pengandaian yang tidak mungkin terjadi karena bertentangan dengan kenyataan sekarang. Tipe kalimat pengandaian ini memiliki pola: klausa if dalam waktu lampau (simple past atau past continuous) dan klausa bebas mengandung would atau could.
Contoh:
  • If I were a Spiderman, I would protect the world. [Jika saya Spiderman, saya akan melindungi dunia.]
  • If I had a million dollars, I would use the money to buy luxury cars. [Jika saya punya satu juta dolar, saya akan menggunakan uang itu untuk membeli mobil-mobil mewah.]
  • If I were you, I would stop smoking. [Jika saya kamu, saya akan berhenti merokok.]
  • If your car was working, you could pick up Maya at airport. [Jika mobil Anda sedang baik, Anda dapat menjemput Maya di bandara.]

3. Kalimat pengandaian tipe III

Kalimat pengandaian tipe III menyatakan pengandaian yang tidak mungkin terjadi karena waktunya sudah berlalu (menyatakan penyesalan). Pola kalimat pengandaian tipe ini adalah klausa if dalam bentuk past perfect dan klausa bebas mengandung would + have + verb 3.
Contoh:
  • If you had called me earlier, I would have attended your party first. [Jika Anda menghubungiku lebih awal, saya akan menghadiri pesta Anda terlebih dahulu.]
  • If Maya had met Andri at that concert, she would have confessed her love. [Jika Maya bertemu Andri di konser itu, dia akan mengakui cintanya.]
  • If I had finished high school, I would have gotten a better job. [Jika saya tamat SMU, saya akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.]
  • If we had left home earlier, we would have arrived on time. [Jika kita meninggalkan rumah lebih awal, kita akan tiba tepat waktu.]
  • If you had paid attention to the traffic, you would not have had an accident. [Jika Anda memperhatikan lalu lintas, Anda tidak akan mengalami kecelakaan.]